Sabtu, 22 Mei 2010 | 16.14 WIB | Kabar Rakyat
BUOL, Berdikari Online: Lima aktivis Aliansi Rakyat Buol Bersatu (AKBAR) yang ditahan di Polres Buol, Sabtu (22/5), melakukan aksi mogok makan. Aksi ini dilakukan sebagai protes atas perlakuan diskriminatif yang mereka dapatkan dan kekecewaan atas sikap kepolisian yang menolak penangguhan penahanan.
Kelima aktivis yang melakukan mogok makan, antara lain Muh. Zukri (LSM Kokait), Rusli K. Oli'I (PRD), Jufri. S (PPMIB-Palu), Moh. Taufik Intam (LMND), Arlan Rahman (LMND). Aksi mogok makan dimulai sejak kemarin, Jumat (21/5) hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Menurut Rusli K.Oli'I, ketua PRD Buol, Polisi tidak berhak melakukan penahanan terhadap aktivis gerakan rakyat yang sedang melawan rejim korup seperti Amran Batalipu. "Melakukan perlawanan terhadap rejim korup adalah wajib hukumnya. Melindungi koruptur justru perbuatan tercela," tegasnya.
Rusli menjelaskan, pihak kepolisian terlihat tidak netral saat menangani aksi massa gerakan rakyat dari AKBAR, karena polisi hanya menangkapi mahasiswa dan rakyat, namun membiarkan preman bersenjata menyerang warga.
Rusli juga menyesalkan sikap polisi menolak penangguhan penahanan. Sebab, menurut dia, sejak 18 Mei 2010, sedikitnya 16 anggota DPRD Buol sudah siap menjadi penjamin atas penangguhan penahanan aktivis AKBAR. Polisi juga tidak memberikan jawaban atas permintaan penangguhan penahanan tersebut. (Rh)
Selengkapnya...
Lima Aktivis Mogok Makan di Penjara
Belasungkawa
Segenap keluarga besar Berdikari Online menyatakan rasa berbelasungkawa sebesar-besarnya atas meninggalnya NURDIANA, aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Pekanbaru, Riau. Beliau berpulang pada hari Minggu, 23 mei 2010, pukul 04.30 WIB.
Beliau adalah sosok ibu yang sangat aktif dalam perjuangan, terutama dalam memperjuangkan nasib pedagang jagung bakar di di purna MTQ.
Semoga nilai-nilai dan semangat perjuangan Ibu NURDIANA tetap berlanjut di tengah-tengah kita. Dan, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan ketegaran.
Bagi kami kau tak hilang tanpa bekas/Hari ini tumbuh dari masamu/Tangan kami yang neneruskan/Kerja agung jauh hidupmu/Kami tancapkan kata mulia/Hidup penuh harapan/Suluh dinyalakan dalam malammu/Kami yang meneruskan sebagai pelanjut angkatan.
(Syair di pusara Ali Archam, ditulis oleh Henriette Roland Holst)
Atas Nama Redaksi Berdikari Online
Rudi Hartono (Pemimpin Redaksi)
Selengkapnya...
Search
Pengunjung
Kategori
- Berdikari (14)
- Internasional (4)
- Kabar Juang (3)
- Kabar Rakyat (4)
- Organisasi (1)
- Politik (8)
- sastra (1)
- Soekarnoisme (6)
- Statement (5)
- Tokoh (4)
Jaringan
Mengenai Saya
- Randy Syahrizal
- mempunyai minat menulis sejak kuliah di Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra USU tahun 2003. Pernah menulis di beberapa media lokal (Sumatera Utara) dan Media Online Nasional. Blog pribadi saya : http://ceritadarimedan.blogspot.com